![]() |
| Sumber: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fassets-a1.kompasiana.com |
Bahasa Melayu adalah bahasa yang digunakan oleh Kerajaan Sriwijaya
Pusat Kerajaan Sriwijaya merupakan wilayah pusat perdagangan internasional.
Pusat Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan agama Buddha.
Letak geografis kerajaan Sriwijaya ini di selat Melaka menjadi pintu masuk para pedagang
Bahasa dan sastra Melayu
Kelima faktor di atas yang membuat bahasa Melayu tersebar dan digunakan di nusantara ini dalam komunikasi antarsuku dan antarbangsa, bagi kepentingan perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan keagamaan.
Bahasa Melayu tidak hanya sebagai bahasa daerah, tetapi sudah menjadi bahasa perantara ‘lingua franca’ dari berbagai suku dan bangsa yang berbeda bahasa di nusantara ini. Bahkan oleh Van Ophuijsen (1983) disebutnya sebagai bahasa internasional.
Kekalahan Belanda atas Jepang dan kemudian kekalahan Jepang atas sekutu menyebabkan terjadinya kevakuman kekuasaan di wilayah Hindia Belanda ini. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pejuang untuk memproklamasikan diri menjadi negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat oleh Bapak Soekarno – Hatta atas nama rakyat Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam UUD 1945 bab 15 pasal 36 ditetapkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa daerah di nusantara ini, kemudian berkembang menjadi bahasa perantara ‘lingua franca’ antarmasyarakat. Kemudian Kongres Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional bangsa Indonesia. Setelah merdeka, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi Negara.
Simak Video Berikut
Referensi :
Catatan Kuliah Bahasa Indonesia
Maulani, Kayantri Shabita. 2020. Sejarah Bahasa Indonesia : Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Nasional Bangsa Indonesia. Paper. Diterbitkan pada ACADEMIA.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar