Minggu, 18 Juni 2023

PENGUKURAN (Alat ukur satuan baku)


 TIMBANGAN


Timbangan merupakan alat yang dipakai untuk mengukur massa atau berat dari suatu benda.

Berikut ada beberapa gambar alat timbangan, yang berguna untuk menimbang berat benda.




Pada alat timbangan diatas tertulis huruf (g, kg, ons).
  • g itu berarti gram
  • kg berarti kilogram
Gram, kilogram, dan ons merupakan satuan baku untuk mengukur berat.
Hubungan antar satuan tersebut adalah :
  • 1 kg = 1.000 g
  • 1 kg = 10 ons
  • 1 ons = 100 g

Kita bisa perhatikan gambar dibawah ini.



Terlihat ada seseorang yang sedang menimbang. 
Timbangan yang digunakan adalah timbangan pasar. 
Timbangan pasar ini memiliki 2 bagian, yaitu dibagian kiri timbangan terdapat wadah, dan dibagian kanan terdapat anak timbangan.
Setiap anak timbangan memiliki berat. Anak timbangan yang bertuliskan 1 kg itu dibaca 1 kilogram. Selain ukuran 1 kg, timbangan ini memiliki beberapa anak timbangan yang lain.
Misalnya 50 g, 100 g, 200 g, 500 g, dan 2 kg.


Timbangan berat itu ada bermacam macam, tidak hanya timbangan pasar seperti gambar diatas. 
Masing- masing timbangan juga memiliki kegunaan yang berbeda. Tergantung benda apa yang di ukur.
Berikut adalah macam - macam timbangan :



     1. Timbangan Berat Badan

     2. Timbangan Duduk atau Timbangan Pasar

     3. Timbangan Neraca

     4. Timbangan Rumah Tangga

     5. Timbangan Barang

        

Kegunaan Timbangan

Timbangan secara umum digunakan untuk mengukur berat benda.

Tetapi secara khusus, timbangan itu memiliki kegunaan yang berbeda, sesuai benda yang diukur.

  • Timbangan rumah tangga untuk mengukur bahan-bahan membuat kue.
  • Timbangan berat badan untuk mengukur berat badan manusia
  • Timbangan duduk atau timbangan pasar untuk mengukur berat gula, beras, buah-buahan dan sebagainya.
  • Timbangan Barang, timbangan yang digunakan untuk menimbang benda-benda yang berat, seperti beras satu karung.
  • Timbangan Neraca digunakan untuk menimbang benda yang ringan, seperti emas dan obat.  Timbangan neraca lebih teliti dibanding timbangan biasa.

Contoh soal :

Setiap murid membutuhkan 2 ons kulit jagung untuk membuat hiasan bunga.Berapa kilogram berat kulit jagung yang dibutuhkan oleh 30 murid?

Penyelesainnya :
Berat kulit jagung seluruhnya adalah 2 ons dikali 30 murid
Berat kulit jagung = 2 x 30 
                              = 60 ons
Ingat, 10 ons = 1 kg
Jadi, berat kulit jagung seluruhnya adalah 6 kg.



Berikut Video Pembelajaran Alat Ukur Satuan Baku








Referensi :


Sabtu, 17 Juni 2023

MAGNET

Sumber : https://www.google.com.mengenal-magnet-sifat-magnet-dan.html&docid


Pengertian dan Jenis Magnet

APA ITU MAGNET?
  • Magnet adalah suatu benda yang dapat menarik besi, baja, atau benda-benda lain yang mengandung unsur besi atau baja.
  • Setiap kutub magnet selalu berpasangan.

Ada beberapa jenis magnet berdasarkan bentuk : 
  • Magnet Batang
  Magnet batang adalah jenis magnet terlemah dan berbentuk batangan seperti balok atau kubus. Magnet batang digunakan untuk fungsi sehari-hari seperti menempel barang di kulkas atau sebagai perekat di pintu kulkas.
  • Magnet Jarum
    Magnet jarum berbentuk pipih, memanjang, dan berujung lancip. Magnet ini umumnya dipakai pada kompas sebagai penunjuk arah mata angin.

  • Magnet Silinder
    Magnet silinder biasanya dipakai dalam perawatan medis dan sejumlah operasi. Pada perawatan medis, magnet silinder dimanfaatkan untuk tulang belakang manusia dan sebagainya.
    Magnet ini punya daya magnet tingkat tinggi dari permukaan yang relatif kecil berbentuk batang dengan area kutub.


Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fsiplahtelkom.com

  • Magnet U
          Magnet U adalah magnet yang berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U. Magnet ini juga kerap disebut dengan magnet ladam. Daya tariknya sangat kuat, sehingga magnet U kerap digunakan untuk mengangkat atau mengumpulkan benda-benda magnetik.

Sumber : https://advancedmagnetsource.com



Berdasarkan kejadiannya magnet dikelompokkan atas :

    1.Magnet Alam : magnet yang ada di alam tanpa campur tangan manusia, dihasilkan pengaruh medan magnet dari planet bumi, berupa bijih besi magnet dalam bentuk besi oksida 𝐹𝑒3𝑂4.


    2.Magnet Buatan : sengaja dibuat oleh manusia dari baja atau besi murni, serta dari bahan paduan
seperti paduan baja dengan nikel,paduan aluminium, kobalt, dan nikel (alnico), dihasilkan dengan cara induksi magnet gosokan menggunakan arus listrik (induksi listrik).


Berdasarkan hasilnya, magnet buatan dibedakan antara magnet tetap (permanen) dan magnet sementara.


Jenis magnet berdasarkan bahan dasarnya : 

Bahan Ferromagnetik : benda-benda atau bahan-bahan yang sangat mudah dipengaruhi oleh magnet dan juga dengan mudah dapat dibuat magnet, berupa logam murni (besi, baja, nikel) dan logam paduan (baja-kobalt, baja-nikel).

Bahan Diamagnetik : bahan yang sukar sekali dipengaruhi oleh magnet spt bismuth, antimon, seng murni, air raksa, timbal, perak, emas, air, fosfor,dan tembaga.

Bahan Paramagnetik : dapat dipengaruhi oleh magnet ttetapi tidak dapat dibuat magnet spt mangan, platina, aluminium, magnesium, timah (tin), oksigen, dan udara.

Bahan Nonmagnetik : tidak dapat dipengaruhi magnet dan juga tidak dapat dibuat magnet, spt kaca, kertas, dan kayu.



Penggunaan Magnet Dalam Kehidupan :
  • Penggunaan jarum kompas (sekaligus sebagai contoh magnet permanen).
  • Pintu lemari es mempunyai magnet permanen supaya ia senantiasa tertutup serta memastikan pintu kedap udara, dengan itu mengelakkan pemborosan energi.
  • Kartu ATM dan kartu kredit mempunyai jalur magnet yang berisi informasi.
  • TV dan monitor komputer menggunakan elektromagnet untuk menghasilkan gambar.
  • Mikrofon dan pengeras suara menggunakan kombinasi magnet permanen dan elektromagnet.



Untuk penjelasan lebih lanjut 
berikut video pembelajaran magnet






Sumber : 

Catatan Kuliah dari Bpk. Zulherman

Kamis, 15 Juni 2023

TENSES

 


Tenses merupakan perubahan bentuk kata kerja berdasarkan keterangan waktu dan sifat kegiatan atau kejadian. Tenses dibagi menjadi 4 macam yaitu present, past, future, dan past future. Tetapi didalam blog ini tidak ada past future tense, karna dalam tingkat sd belum menggunakan itu.


1. Present (Sekarang)

  • Simple Present Tense

Simple present tense adalah yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya simple present tense digunakan untuk menyatakan fakta, melaporkan suatu peristiwa atau kebiasaan yang sedang terjadi. 

    Rumus untuk Simple Present Tenses : Subject + Verb 1

    Contoh kalimat  : "I See Stars".

  • Present Continous Tense
Berbeda dengan simple present tense, present tense digunakan untuk menceritakan peristiwa yang terjadi langsung. Waktu ini juga bisa digunakan saat membahas rencana masa depan. Dalam tense ini, bentuk kata kerjanya berubah dan -ing ditambahkan di akhir. Salah satu kata keterangan waktu yang biasa digunakan dalam tenses ini adalah "sekarang". 

    Rumus Present Continous Tense : Subject + am/is/are + Verb -ing

    Contoh Kalimat : "I am seeing stars at this time".

  • Present Perfect Tense
Present perfect adalah tenses yang digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan atau tindakan yang sedang berlangsung atau baru saja selesai. 

      Rumus Present Perfect Tense : Subject + has/have + Verb 3 

      Contoh Kalimat : "I have seen stars".

  • Present Perfect Continous Tense
Present perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian atau kegiatan yang sudah dilakukan dan berlanjut hingga masa sekarang.

        Rumus Present Perfect Continous TenseSubject + has/have + been + Verb -ing
        
        Contoh Kalimat : "I have been seeing stars".


2. Past (Lampau)
  • Simple Past Tense
Simple past tense ini kebalikan dari simple present tense. Dalam hal ini, simple past digunakan untuk melaporkan suatu peristiwa, kebiasaan atau fakta atau situasi di masa lalu. 

        Rumus Simple Past Tense : Subject + Verb II 
    
        Contoh Kalimat : "I saw stars two hours ago".

  • Past Continous Tense
Past Continous Tense adalah waktu yang digunakan untuk menyebut peristiwa yang terjadi di masa lampau. Namun, tidak hanya satu, past continuous juga bisa digunakan untuk melaporkan dua peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh karena itu, suatu aktivitas disertai dengan aktivitas lain. 

         Rumus Simple Past TensSubject + was/were + Verb -ing    

         Contoh Kalimat : "I was seeing stars by the time".

  • Past Perfect Tense 
Past perfect tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang terjadi sebelum waktu tertentu di masa lampau.

         Rumus Simple Past TensSubject + had + Verb 3
    
         Contoh Kalimat : "I had seen stars".

  • Past Perfect Continous Tense
Tense yang satu ini digunakan untuk menceritakan  sesuatu yang terjadi di masa lalu dan sudah selesai pada titik waktu tertentu di masa lalu. Berbeda dengan past perfect tensepast perfect continuous tense lebih menaruh penekanan pada durasi terjadinya sesuatu.

          Rumus Simple Past Tens: Subject + had + been + Verb -ing 
    
         Contoh Kalimat : "I had been seeing a stars".



3. Future (Akan)
  • Simple Future Tense
Simple future tense digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa depan. 

          Rumus Simple Past TensSubject + will/be going to + Verb 1
    
         Contoh Kalimat : "I will see stars at 8 pm".

  • Future Continous Tense
Future continuous tense digunakan untuk menceritakan suatu kejadian yang pasti akan terjadi dalam waktu dekat. 

          Rumus Simple Past TensSubject + will + be + Verb -ing 
    
         Contoh Kalimat : "I will be seeing stars tomorrow".

  • Future Perfect Tense
Future perfect tense ini adalah bentuk kata untuk menunjukkan kehendak seseorang yang berhubungan dengan masa depan.

          Rumus Simple Past TensSubject + will have + Verbs 3 
    
         Contoh Kalimat : "I will have seen a stars".

  • Future Perfect Continous Tense
Future perfect continuous tense digunakan untuk mengungkapkan suatu gambaran aksi yang akan berlanjut sampai titik waktu tertentu di masa depan.

          Rumus Simple Past TensSubject + will + have + been + Verb -ing
    
         Contoh Kalimat : "I will have been seeing a stars".




Berikut Video Pembelajaran Tenses




PERUBAHAN WUJUD ZAT

    Perubahan wujud zat adalah perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud zat lainnya, yang dapat terjadi melalui pelepasan dan penyerapan panas. 

    Perubahan wujud zat ini terjadi ketika atom/senyawa materi mencapai titik tertentu, biasanya diukur dengan angka suhu. Misalnya, air harus mencapai titik bekunya untuk menjadi padat, dan air harus mencapai titik didihnya untuk menjadi gas. 


Perubahan wujud zat digolongkan menjadi 6 peristiwa sebagai berikut:

  1. Membeku 
    Sebuah peristiwa dimana perubahan wujud dari cair menjadi padat. Zat tersebut mengeluarkan energi panas. Contohnya peristiwa membeku yaitu air yang dimasukkan dalam freezer akan menjadi es batu, lilin cair yang di dinginkan.


       2 Mencair
 
    Suatu peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam hal ini, yang diperlukan adalah energi panas. Contoh peristiwa pencairan adalah berubahnya es batu menjadi air dan lilin yang dipanaskan. 

    

        3. Menguap

    Suatu peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam hal ini, zat tersebut membutuhkan energi panas. Misalnya, air yang direbus terlalu lama akan habis, bensin yang dibiarkan berada di tempat terbuka lama juga akan habis berubah menjadi gas.



          4.  Mengembun

    Suatu perubahan wujud dari gas menjadi cair. Zat tersebut mengeluarkan energi panas. Contoh mengembun adalah ketika menyimpan es batu dalam toples, bagian toples menjadi basah, atau rumput dilapangan menjadi basah dipagi hari meskipun siangnya tidak hujan.




            5. Menyublim 

    Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam hal ini, zat tersebut membutuhkan energi panas. Contoh sublimasi adalah kapur barus (camphor), yang lama kelamaan akan habis bila disimpan di lemari.



            6. Mengkristal

    Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Zat tersebut mengeluarkan energi panas. Contoh mengkristal adalah pada peristiwa berubahnya uap menjadi salju.




    Contoh perubahan bentuk benda dalam kehidupan sehari-hari : 
  • Es krim yang meleleh karena terkena suhu panas merupakan contoh peristiwa perubahan wujud (mencair), yaitu peralihan dari wujud padat ke wujud cair.


  • Minyak angin bisa menguap menjadi gas karena jika minyak dibiarkan terbuka maka akan berubah menjadi gas. Maka minyak angin tersebut termasuk dalam peristiwa perubahan wujud (menguap), yaitu perubahan wujud dari cair menjadi gas, dsb.




Berikut Video Pembelajaran Perubahan Wujud Zat

Rabu, 14 Juni 2023

PERUBAHAN WUJUD BENDA

 


https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/memahami-perubahan-wujud-benda/

A. Sifat Benda

  1. Benda Padat

    Sifat benda padat itu bentuk dan ukurannya akan tetap sama meskipun tempatnya dipindahkan. Berat benda sejenis, misalnya batu, semakin besar ukurannya maka semakin berat. Namun berat  atau ringannya suatu benda tidak hanya ditentukan oleh ukuran benda tersebut. Berat benda juga tergantung pada jenis benda padat. Misalnya, bola plastik lebih ringan dari bola sepak, meski ukurannya sama. Dan dapat disimpulkan bahwa benda padat memiliki berat itu bergantung pada jenis dan ukurannya.

https://www.sampoernaacademy.sch.id/id/sifat-benda-padat/


    2. Benda Cair
  •  Bentuk benda cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. 
    Bentuk susu di dalam botol berubah saat dituang ke dalam gelas. Sama saat kita menuangkan air ke dalam gelas, bentuk air seperti bentuk gelas. Artinya, bentuk benda cair itu mengikuti bentuk wadahnya.

https://www.google.com/.okezone.bagaimana-sih-bentuk-air-jika-dimasukkan-ke-dalam-gelas-

  • Bentuk permukaan benda cair yang tenang selalu datar
     Bentuk permukaan zat cair yang diam berbeda dengan zat cair yang bergerak. Hal ini terlihat dari wadah tembus pandang, meskipun wadahnya miring, permukaan benda cair yang tenang tetap datar. Bagaimanapun kamu menggunakan cara yang lain untuk memiringkannya, permukaan benda selalu datar.

  • Benda cair mengalir ke tempat rendah.
    Hal ini terlihat pada saat kita menuangkan air ke dalam wadah apapun atau air terjun yang mengalir deras dan jatuh ke tebing yang curam. 

  • Benda cair menekan ke segala arah
    Air berada dibawah tekanan. Semakin rendah air di tempat itu, semakin tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan membuat menjadi memancar. pancaran air dari tempat lebih rendah tampak lebih jauh. Oleh karena itu, dinding bagian dalam bendungan menebal ke arah bawah, yang menahan tekanan air yang meningkat di bagian bawah. Dan kesimpulannya benda cair memiliki berat, permulaan selalu datar, mengalir ke tempat yang rendah dan menekan ke segala arah.


    3. Benda Gas
  • Benda gas memenuhi semua ruang yang di tempatinya. 
   Saat kita memompa ban sepeda penuh, gas masuk kedalamnya. Kemudian ban terasa padat saat gas sudah mengisi seluruh ruangan didalamnya. Artinya, benda gas mengisi semua ruang yang di tempatinya.

  • Benda gas menekan ke segala arah
    Seperti halnya benda cair, gas juga memiliki kemampuan untuk menekan ke segala arah. Saat kita menusuk balon berisi gas, gas tersebut mengalir keluar seperti air dari botol yang bocor. Ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah.

  • Benda gas terdapat di segala tempat
    Benda gas yang selalu mengelilingi kita adalah udara. Dimana ada udara, disitu wadah kosong juga terisi udara. Udara itu zat gas yang tidak terlihat, meskipun udara ada disekitar kita.




BILANGAN PECAH

Sumber :  https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.quipper.com A. Pengertian Bilangan Pecahan Bilangan pecahan adalah bilangan...